Dinilai kurang Tepat, Renovasi Bangunan Pasar Lama Pellatoang Menuai Kritikan

Renovasi bangunan pasar lama Pellatoang ( Foto: paceko kreatif )

Matasulbar.com — Renovasi pasar lama pellatoang menui kritikan dan pertanyaan seragam dari masyarakat Tammerodo.

Pasar Pellatoang menjadi titik pertemuan antara pedagang dan konsumen salah menjadi satu tempat transaksi jual beli terbesar di Sendana sejak dulu.

Namun yang menjadi pertanyaan sekaligus kritikan dari masyarakat, karena dengan renovasi besar-besaran pasar pellatoang, otomatis akan kembali memakai anggaran Negara yang tentu bernilai besar.

Baca Juga  Tergiur Harga Murah Telur Ayam Diduga Busuk, Penjual Masih Berkeliaran di Wilayah Majene

Sedangkan pemerintah juga sudah menggelontorkan dana untuk pembagunan pasar baru yang letaknya di Dusun Pande- pandeng, Kec.Tammerodo Sendana, dan belum difungsikan, padahal sudah terbangun sekitar 2019-2020-an.

Alasan lain, karena ukuran lokasi pasar pellatoang terbilang kecil untuk tingkat pengunjung yang besar, dan yang lebih utama perhatian pemerintah terhadap akses jalan poros karena sering kali mengalami kemacetan yang panjang akibat pemanfaatan area jalan yang tidak sesuai.

Baca Juga  Nilai Filosofi Kacaping yang Sarat Makna, Dikupas dalam Kegiatan Festival Sipamandar

Menanggapi persoalan ini Irfan Pasewang (35). mantan ketua umum HMI Cabang Majene
menilai, renovasi pasar pellatoang akan menambah PR untuk pemerintah karena pasar yang baru belum juga dioperasikan belum lagi posisi pasar pellatoang yang terbilang sempit.

Baca Juga  Kecelakaan Lalulintas di Dusun Podang Menyita Perhatian, Begini Kronologinya

” Iya sebaiknya pengambilan keputusan mempertimbangkan dengan baik sebelum merenovasi, pertama posisi pasar pellatoang yang kami anggap sudah tidak layak, kedua tindak lanjut pasar baru yang tidak jelas padahal pemerintah sudah memangkas anggaran Negara, “tegas Irfan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *