Kerukunan Mandar Mammesa (KMM) Turut Bersuara Terkait Kasus Pemukulan di Morowali

Kerukunan mandar Mammesa

Matasulbar.com — Abdul Kadir (22) Karyawan PT.ZTEN Morowali menjadi korban pemukulan yang di lakukan salah satu karyawan berkewarganegaraan Cina.

Sempat ada upaya baik dari pihak terduga pelaku pemukulan, namun pihak perusahaan menjadi penghambat.

“Pihak terduga pelaku punya itikad baik untuk menebus atau membayar sangsi kerugian korban, namun yang bikin kendala dari PT.QCTPI,” tutur salah satu pekerja.

Pengurus Pusat Federasi Serikat Pekerja Kerah Biru-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KB-SPSI) Kabupaten Morowali
telah meminta Ketua Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Kerah Biru Morowali, Ian Gilang didampingi Sekretaris Rahmad Said, untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut sampai tuntas sehingga tidak ada kasus susulan.

Sebelumnya Ian Gilang telah menyambangi PT.ZTEN yang berlokasi di Kawasan Industri PT.Industrial Morowali Industrial Park terkait adanya dugaan pemukulan terhadap salah satu anggota Serikat Pekerja Kerah Biru Kelompok Pekerja Anggota  (Pokja) Crew Hijau yang terjadi pada Sabtu (08/07/2023).

Baca Juga  Pergub Pengelolaan BUMD Sebuku Energi Malaqbi Segera Direvisi

Ian Gilang menyayangkan kejadian ini, terlebih lagi yang melakukan adalah Pekerja Asing yang bekerja di PT.ZTEN. Bahkan menurut Ketua PC FSP KERAH BIRU -SPSI tersebut kejadian ini sudah berulang, hanya saja baru diketahui oleh pengurus

Saya sangat menyayangkan terlambatnya laporan ini masuk pada pengurus, seharusnya setiap anggota harus segera memberikan laporan ke kami jika terjadi persoalan yang menyangkut pelanggaran hak-hak tenaga kerja” ungkap Ian.

Baca Juga  Kecantikan Alami Gadis Muda Suku Mandar, Luluhkan Hati Pria Prancis

Ian Gilang langsung berkoordinasi pada Pengurus Pusat melalui Sekretaris Umum, Saefpuloh dan sesuai arahan Pengurus Pusat bahwa penyelesaian masalah harus menghindari tindakan anarkis.

Dengan arah tersebut maka pada Selasa  (11/07/2023) kami langsung mendatangi PT.ZTEN untuk menanyakan langsung perihal persoalan ini dan dari kesepakatan pada hari Rabu (12/07/2023) akan bertemu langsung dengan pihak managemen yang mempekerjakan pekerja asing tersebut tidak hadir.

Kami tetap mengutamakan cara-cara beradab, dan akan segera kami tindak lanjuti persoalan ini dengan diawali mediasi dan melakukan kesepakatan tertulis untuk menjadi dasar kekuatan bagi kedua belah pihak.

Kami tetap memperjuangkan anggota kami yang dipukul, kami tidak mentolerir hal-hal seperti ini, dan saya akan menanyakan langsung kepada anggota kami yang bernama Abdul Kadir perihal awal kejadian hingga menyebabkan terjadinya penganiayan. Abdul Kadir sudah dirawat di Rumah Sakit.” Tandas Ian.

Baca Juga  Dipatok 500 ribu petugas kebersihan, Mira Hayati Merasa Diperas

Ian menambahkan bahwa Kerah Biru tetap mengutamakan dialog untuk memastikan kejernihan permasalahan dan menghindari tindakan-tindakan yang anarkis. Namun sebagai negara hukum Kerah Biru akan terus melanjutkan penyelesaian masalah ini sesuai jalur yang semestinya.

Sementara itu tanggal (14/07/2023) Kerukunan Mandar Mammesa (KMM ) turut memberi keterangan lewat telfon,
mengecam atas tindakan yang tidak terpuji itu, dan berharap permasalahan ini dapat segerah terselesaikan agar tidak ada korban -korban yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *