Komunitas Guru Penggerak To Manda Praktik Baik di SDN 28 Aholeang

sdn 28 aholeang
Salah seorang anggota komunitas guru penggerak to Manda saat berbagi praktik baik di hadapan siswa SDN 28 Aholeang. (foto: ist)


MAJENE, Secara perdana Komunitas Guru Penggerak To Manda ( Tubo, Ulumanda, Malunda) melakukan Praktik Baik di SDN 28 Aholeang Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis, 25 Januari 2024.

Kegiatan berbagai praktik baik sekaligus sosialisasi E-Kinerja dihadiri langsung dari Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Sulawesi Barat, Jasman Rauf dan Igha Putri Kusuma.

Komunitas To Manda ini, gabungan dari Guru Penggerak dari berbagai angkatan Guru Penggerak yang ada di Kecamatan Tubo, Ulumanda dan Malunda. Mereka menerapkan praktik baik di tiap-tiap kelas dari kelas kelas 1 hingga kelas 6 yang ada di SDN 28 Aholeang.

Ketua Komunitas Guru Penggerak To Manda Abdul Rahman menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan untuk membersamai guru-guru khususnya yang berada di SDN 28 Aholeang untuk berbagi praktik baik.

“Serta menghidupkan suasana dalam kelas, agar anak-anak itu nyaman, bahagia dalam proses pembelajaran dengan memberikan materi sembari memberikan games,” tutur Rahman.

Selain praktik baik, dalam kegiatan itu pula Komunitas Guru Penggerak To Manda juga memberikan bingkisan ke siswa. “Ada cendera mata yang kami berikan. Itu Murni dari teman-teman Guru Penggerak To Manda. Dan mudah-mudahan apa yang diberikan ini dapat memberikan manfaat ketika dipakai menulis,” harapnya.

Ke depan ia berharap, agar tetap terjalin kolaborasi dengan teman-teman dan tetap semangat berbagi demi anak-anak penerus bangsa. “Insya Allah untuk kegiatan ke depan akan kami bicarakan teman-teman yang ada di Komunitas To Manda. Yang jelasnya kami akan terus berbagi praktik baik apa yang telah kami dapatkan di pendidikan guru penggerak. Termasuk hal-hal yang urgen dalam Kurikulum Merdeka,” jelas Rahman.

Jasman Rauf dari BGP Sulbar berharap, bahwa Komunitas Guru Penggerak To Manda’ agar terus menebarkan kegiatan-kegiatan serupa. “Mungkin di beda titik agar mereka juga tersentuh dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi sekarang ini. Mereka harus bertransformasi jangan merasa nyaman di zonanya, tapi mereka harus bergerak juga mengikuti perubahan yang terjadi,” ucap Jasman.

Karena menurut Jasman, selaku pihak BGP Sulbar sesungguhnya sangat mengharapkan kegiatan yang saat ini dilaksanakan dari Komunitas Guru Penggerak To Manda. Pasalnya dari BGP sendiri belum memungkinkan menjangkau dari semua wilayah yang ada di Sulbar. Sehingga dibutuhkan kolaborasi dari teman-teman guru penggerak.

“Sehingga kami mengapresiasi dari guru Penggerak yang ada di Tubo, Ulumanda, dan Malunda ini yang terus bergerak, tidak pernah berhenti untuk bergerak untuk melayani teman-teman yang ada di blank spot salah satunya di SDN 28 Ahoelang ini,” pungkas Jasman. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *