Borong Jalanan, Kuda Menari Meriahkan Kelulusan Tingkat SD se -Tammerodo Sendana

Rombongan kuda menari saat kegiatan pengamatan SD se Kec, Tammerodo Sendana ( foto: P.C)

Majene99News.id — Sayyang Pattuduq (kuda menari), atau sering juga disebut yato massawe (orang yang mengendarai), adalah upacara yang diselenggarakan dalam rangka mensyukuri anak-anak yang telah khatam Alquran.

Bagi masyarakat Suku Mandar, tamat Alquran adalah sesuatu yang sangat istimewa dan patut disyukuri secara khusus dengan menyelenggarakan pesta adat Sayyang Pattudu.

Tradisi ini biasa diadakan secara rutin setiap tahun, bertepatan dengan Maulid Nabi di bulan Rabiul Awwal pada kalender Hijriyah. Dalam acara tersebut, ada pertunjukan atraksi kuda yang dihias dan menari ditunggangi oleh anak-anak yang ikut serta dalam acara tersebut.

Baca Juga  Mengambil Peran dalam Moderasi Beragama.

Namun tidak demikian di Kec.Tammerodo Sendana, sayang Pattuduq bukan saja pada saat acara tamat Qur’an, atau Maulid Nabi, namun keramaian itu bisa kita temukan di tahun akhir kelulusan anak tingkat kelas 6 SD sebagai bentuk keseriusan pelestarian budaya mandar.

Seperti halnya pada Senin (19/6/2023) keramaian terlihat di sepanjang jalan pellattoang sampai di lapangan samaturu pellattoang, menantikan 72 kuda menari yang turut menjadi bagian perhelatan besar pelulusan anak tingkat SD se-Kec.Tammerodo Sendana, Kab.Majene,sulawesi barat.

Baca Juga  Diduga Ditahan Tanpa Digembok, Oknum Polisi Terduga Pelaku Pemukulan Dikecam Kader HMI Cabang Majene

Terik mentari tak menjadi hambatan untuk tetap bertahan di bawah terik mentari, apalagi saat puluhan kuda terlihat mulai menari ditunggangi anak gadis dengan pakaian khas Mandar sesekali menoleh sembari tersenyum tipis, saat syair kalindaqdaq mulai merayunya.

Nampak kuda-kuda tersebut juga sudah terlatih untuk mengikuti irama pesta, sehingga mampu berjalan sembari menari mengikuti iringan musik berupa tabuhan rebana dan kalindaqdaq (untaian pantun khas Mandar) yang mengiringi arak-arakan tersebut sepanjang jalan yang telah ditentukan panitia
Sampai di garis finis.

Baca Juga  Hampir Menjadi Korban Terduga Penjahat Kelamin, Mashasiswi Unsulbar Bagikan Keresahannya

Selain itu, 25 mobil hias terlihat turut meramaikan saat mengantar anak TK se-Tammerodo Sendana, Anak TK terlihat gagah dan cantik dengan pakaian yang beragam, mulai dari baju adat, baju dokter,baju Tentara dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *