Praktek Pemanfaatan Limbah Pertanian Desa Lego untuk Peningkatan Produksi Bawang Mandar

Kegiatan praktek Pemanfaatan pupuk hayati ( Foto: paceko kreatif)

Majene99News.id — Universitas Sulawesi Barat dalam Kegiatan Pemberdayaan Kelompok Tani Siamasei Desa Lego, penerapan Teknologi Biofertilize untuk peningkatan Produksi Bawang Mandar, dilaksanakan pada Rabu (21/06/2023).

Ketua Pelaksana program kemitraan masyarakat stimulus (PKMS), Arlinda Puspita Sari, S.Si., M.Si
Anggota 1: Ariandi, S.Pd., M.Si
Anggota 2: Nurmuliayanti Muis, S.Si., M.Si.

Arlinda, S.Si., M.Si. (Dosen Pendidikan Biologi FKIP Unsulbar) menjadi pemateri pertama mengangkat tema , Pengenalan Biofertilizer untuk peningkatan produksi bawang Merah.

Selanjutnya Ariandi, S.Pd., M.Si (Dosen Pendidikan Biologi FKIP Unsulbar) mengangkat tema Praktek Demonstrasi Pembuatan Biofertilizer berbasis mikroba dari lahan pertanian bawang Mandar Desa Lego”

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Lego Kecamatan Balanipa beserta jajarannya, Kepala Badan Pertimbangan Desa (BPD) Desa Lego Kecamatan Balanipa, Mitra dalam program PKMS: Kelompok Tani Siamasei Desa Lego,
Kepala Dusun lingkup Desa Lego Kecamatan Balanipa, Kelompok Tani di lingkup Desa Lego Kecamatan Balanipa, Dosen Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Mahasiswa, dan juga peserta pelatihan sebanyak 50 orang

Baca Juga  Keutamaan Puasa Rajab yang Luar Biasa, Catat Waktunya

Manfaat yang diharapkan dengan kegiatan ini, untuk menambah pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam mengelola limbah pertanian, menjadi pupuk hayati atau biofertilizer. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi bawang mandar.

Peserta belajar tentang tekhnik-tekhnik pemilihan sampah organik yang bisa diolah menjadi biofertilizer baik yang yang cair maupun yang padat, dengan harapan petani di desa Lego mampu memproduksi biofertilizer secara mandiri.

Baca Juga  Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi bawang mandar dengan pelatihan yang tepat, diharapkan peserta dapat mengetahui formulasi pembuatan biofertilizer cair dan padat. Dan hasil tersebut dapat diaplikasikan langsung dengan tujuan menambah kesuburan tanah

Peningkatan nilai tambah produk: Melalui pelatihan ini, peserta dapat mempelajari cara memanfaatkan limbah kotoran ternak dan limbah organik rumah tangga menjadi biofertilizer yang bernilai ekonomi dan dapat diperjual belikan. Dengan demikian masyarakat desa Lego dapat memperoleh penghasilan tambahan

Pemberdayaan ekonomi lokal: Dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani yang ada di Desa Lego diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi petani lain untuk menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan.

Petani mensubstitusi penggunaan pupuk sintetik menjadi pupuk organik berbasis mikroba. Hal tersebut mendukung pengurangan biaya pembelian pupuk sintetik yang memiliki harga cukup mahal, sehingga petani dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan keuntungan

Baca Juga  Hampir Menjadi Korban Terduga Penjahat Kelamin, Mashasiswi Unsulbar Bagikan Keresahannya

Membantu para petani Desa Lego mengenal jenis-jenis Biofertilizer yang dapat dibuat secara fermentasi dan dapat dipergunakan diberbagai jenis tanah pada lahan pertanian bawang Mandar yang ada di Desa Lego, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Dalam kegiatan tersebut masyarakat antusias memberikan pertanyaan dan ikut serta dalam kegiatan praktik membuat biofertilizer.

” Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, sebagai bentuk nyata keperdulian terhadap petani, dan dengan kegiatan ini kami berharap petani bawang mandar bisa mendapatkan pengetahuan demi peningkatan produksi pertanian kita,” ucap salah satu peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *