Majene  

Tersebarnya Video di Medsos Pasien RSUD Majene Diborgol, RSUD Jelaskan Kronologinya

Majene-viralnya siaran langsung di media sosial Facebook sala satu pasien RSUD kabupaten Majene diborgol Rabu (31/1/2024) siang.

Kepala TU RSUD Kab.majene, Ibrahim Menjelaskan” bahwa Pasien inisial F diketahui masuk diruang IGD RSUD Majene, Senin 29 Januari 2024 pada pagi hari. Pasien inisial F ini adalah rujukan puskesmas lembang dan beralamat Lembang Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene dengan kondisi Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).

Setelah itu pasien dipindahkan keruangan perawatan Melati dokter Langsung memeriksa pasien inisial F dan dokter menyarankan untuk Melakukan USG Abdomen serta dianjurkan kepada pasien inisial F puasa makan tapi diperbolehkan minum. Karena besok akan Menjalani USG “Ucap

Baca Juga  Borong Jalanan, Kuda Menari Meriahkan Kelulusan Tingkat SD se -Tammerodo Sendana

Kata dia, setelah pukul 10.50 Tim radiologi RSUD Majene menghubungi tim perawat agar pasien inisial F untuk dibawa ke ruang Radiologi untuk melakukan pemeriksaan USG abdomen sehingga untuk diambil sampel urinnya, kemudian pasien inisial F rupanya sudah terlanjur kencing dipagi hari. Dan disitulah mulai muncul permasalahan, “ujarnya

Kemudian untuk memaksimalkan hasil USG pasien. Perawat sarankan agar konsumsi banyak air dan pasien sendiri seperti tidak ingin mendengarkan petunjuk pihak RSUD Majene.

“Mungkin saja, saat pasien terus menerus diminta untuk konsumsi banyak air tidak menerima dan sontak meminta pulang dengan permintaan sendiri,” kata Ibrahim.

Baca Juga  Diduga Bakar Sampah Tanpa Pengawasan, Api Menjalar ke Lahan Warga di Kelurahan Tande

Saat kejadian itu, dokter sendiri telah memberikan edukasi secara komprehensif kepada pasien agar dapat memahami tujuan dilakukan USG
Akan Tetapi, pasien inisial F tetap meminta paksa pulang walaupun telah dilakukan edukasi beberapa kali.

Saat pasien inisial F tetap memaksa keluar, petugas RSUD Majene meminta pihak keluarga untuk melakukan tanda tangan sesuai prosedur RSUD Majene.

“Apabila meminta untuk keluar dengan kemauan sendiri. Namun pasien tidak melakukan hingga terjadilah pencegahan oleh satpam,” ujarnya.

Baca Juga  Adakan Baksos di Kab. Majene, Prof. Husain Syam : karena Assamalewuang Kota Pendidikan

Saat hendak dilakukan pencegahan pasien mengamuk seakan tidak menerima dicegah. Padahal hal itu dilakukan karena ingin dilepas infus dan meminta pihak keluarga menandatangani surat permintaan keluar tersebut.

Salah satu Satpam Saleh menyampaikan” bahwa kami memborgol karena situasi dan kondisi saat kejadian tidak memungkinkan lagi serta dilakukan didalam ruangan pos security dengan persetujuan keluarga pasien.

“Jadi keluarga pasien meminta untuk tidak dilepas borgolnya nanti tiba dirumah baru dilepas dan berselang beberapa jam keluarga datang kembali ke RSUD mengembalikan borgol,” Pungkasnya

Penulis: Muh.syahril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *