Workshop, Eksistensi Sayang-Sayang sebagai Kekayaan Budaya Mandar

Pertunjukan sayang-sayang oleh Hj.Halija ( foto: paceko kreatif)

Matasulbar.com — Kegiatan workshop yang dilaksanakan di Somba, Kec.Sendana, Kab.Majene, Sulawesi Barat ( Sulbar), tanggal (7/7/2023) bersama maestro sayang-sayang ibu Hj. Halija, dengan peserta yang berjumlah 50 orang terdiri dari masyarakat dan kelompok literasi.

Musik tradisi sayang- sayang Mandar adalah bagian dari tradisi lisan, yang sarat makna, dimana syair lagu sayang-sayang terinspirasi dari kalindaqdaq.

Hj. Halija bercerita banyak mengenai pengalamannya, yang mulai sejak tahun 1962, hingga alasan bisa eksis sampai saat ini, selanjutnya sang maestro ini tidak lupa bersyukur dan berterima kasih dengan pelaksanaan kegiatan workshop kali ini.

Baca Juga  Hampir Menjadi Korban Terduga Penjahat Kelamin, Mashasiswi Unsulbar Bagikan Keresahannya

“Kita patut berterima kasih atas upaya yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Majene, yang didukung oleh Program Indonesia Platform Kebudayaan Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan ( Dit.PTLK) Kemendikbud Ristek R.I.atas bentuk kepedulian ini,” tuturnya.

Baca Juga  Pesona Keindahan Lambe - Lambe Bukit Samang, Siap Memanjakan Pengunjung

Di tempat yang sama Aco Zainuddin yang akrab dipanggil Oji menambahkan harapan agar musik sayang – sayang tetap dilestarikan dan dikembangkan, karena ini merupakan identitas kita yang menjadi ciri khas orang mandar, pungkasnya.

“Sayang-sayang adalah musik tradisional sebagai salah satu kekayaan budaya Mandar yang perlu kita jaga dan lestarikan, dan
untuk mempertahankan eksistensinya tentu perlu pengembangan agar lebih menarik dan mudah untuk dipahami,” jelas Oji yang juga dikenal sebagai penggiat literasi.

Baca Juga  Budayakan Hidup Sehat Pemerintah Kelurahan Lembamg Ajak Masyarakat Lakukan Senam Aerobik

Sayang-sayang yang dinyanyikan dengan spontanitas dan kondisional tidak seperti dengan lagu biasanya, dan itu merupakan salah satu tingkat kesulitannya, maka sangat diharapkan pembelajaran dan pembiasaan bagi generasi muda sebagai penerus untuk memperbanyak perbendaharaan bahasa Mandar sebagai modal dasar untuk bisa mahir dalam menyanyi sayang sayang, lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *